Jumat, 29 Oktober 2010

Tugas Mahasiswa Baru PTA 2010/2011

Virtual Class

Universitas Gunadarma sebagai perguruan tinggi yang berbasis Teknologi Informasi (IT),sangat berorientasi terhadap pengembangan IT di bidang pendidikan. Universitas Gunadarma mengembangkan E-Learning yang berbasis sistem Virtual Class.
Dimana dikatakan oleh Darin E. Hartley bahwa: e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain.
Pengertian tersebut menyempitkan arti “elektronik” pada huruf “e”dalam istilah “e-learning”. Selain karena, selain komputer juga masih terdapat alat-alat elektronik lainnya yang digunakan sebagai media pembelajaran, misalnya radio, tape audio/video, tv interaktif, cdrom, LCD Proyektor, OHP. Sebelum internet ditemukan, alat-alat tersebut sudah terlebih dulu digunakan sebagai media pembelajaran statis maupun interaktif. Mahasiswa bisa menggunakan tape recorder untuk merekam ceramah dosen di kelas untuk didengarkan dilain waktu.
Dosen juga menggunakan OHP untuk mempresentasikan materi kuliahnya kepada mahasiswa sehingga hanya menuliskan materi di papan tulis seperlunya saja. Dosen juga dapat memberikan salinan dokumen materi kuliah dan referensi dalam bentuk CDROM kepada mahasiswanya untuk dipelajari dirumah. Media-media elektronik tersebut sangat membantu mahasiswa agar bisa lebih menguasai materi kuliah.
Pengertian e-learning yang sederhana namun mengena dikatakan oleh Maryati S.Pd., e-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran. Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer [5].
Terdapat kata “khususnya komputer” pada akhir kalimat yang member pengertian bahwa komputer termasuk alat elektronik disamping alat pembelajaran elektronik yang lain.
Istilah e-learning sepertinya terinspirasi oleh istilah e-mail yang lebih dulu popular yaitu electronic mail (surat menyurat melalui internet). Dimana untuk pengertian e-mail inipun menurut penulis dirasa kurang tepat karena yang namanya elektronik tidak hanya internet saja, namun juga meliputi alat-alat lain seperti mesin fax dan telegramjuga bisa sebagai alat penyampai surat elektronik. Namun tidak dibahas secara detail disini tentang e-mail karena akan memperlebar topic utama bahasan makalah ini.
Virtual Class sangat memudahkan pembelajar dalam berinteraksi dengan pengajar atau dosen. Pembelajar dapat berinteraksi dengan dosen secara audio visual dan atau menggunakan fasilitas chatting,diskusi melalui forum (optional).
Pembelajar atau mahasiswa/i cukup memasukkan nama pengguna dan password Anda
(Cookie harus diaktifkan pada browser Anda) bantuan dengan Cookie harus diaktifkan pada browser Anda (jendela baru).

Referensi :
keunggulan sistem pembelajaran virtual class - Penelusuran Google
http://infoduniafilan89.blogspot.com/2010/04/kelebihan-pembuatan-web-virtual-class.html
www.ilmupendidikan.net/.../layanan-pembelajaran-berbasis-e-learning.php
v-class.gunadarma.ac.id
ihan Pembuatan Web Virtual Class BLUE FLOWER Filan89 ZONA INFORMASI: Keleb
Gunadarma University

Sabtu, 23 Oktober 2010

Tugas Resume pengantar bisnis Bab 5


Bab 5
DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

PENGERTIAN ORGANISASI
            Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut : Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang – orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Manajer harus menyusun suatu organisasi formal yang orang – orangnya serta sumber – sumberfisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi mencakup tiga elemen pokok, yaitu : 1. Interaksi manusia, 2. Kegiatan mengarah pada tujuan 3. Struktur.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
1.      Organisasi formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal ini dapat di buat untuk meliput pekerjaan yang harus dilakukan dan memberikan suatu kerangka bagi perilaku pekerjaan. Organisasi formal menawarkan bidang – bidang tetap (relatif) yang masing – masing orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasiformal adalah (1)  wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggungjawaban, (4) delegasi, dan (5) koordinasi.
2.      Organisasi informal
Organisasi informal selalu ada dalam setiap organisasi keberadaannya tidak direncanakan, terdiri atas dasar keakraban dan hubungan – hubungan baik menyangkut bidang pekerjaan maupun tidak.
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang  informal . Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia,dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut tanaman rambat. Informasi yang disampaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang percaya, atau dapat juga terpercaya. Sebuah contoh organisasi informal dalam suatu kelompok kerja terdapat tiga katagori karyawan yaitu :
·         Anggota – anggota kelompok dalam ( inner group )
·         Anggota – anggota kelompok pinggir ( fringe group )
·         Anggota – anggota kelompok luar ( out group )

Organisasi informal tidak selalu menyebabkan jeleknya pelaksanann kerja. Kadang – kadang organisasi informal  justru merupakan cara terbaik untuk memberi informasi yang dibuthkan bagi pelaksanann tugas.

3.      Sentralisasi vs Desentralisasi
1.      Organisasi yang disentralisasi
Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendali ditangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang disentralisasi. Jadi, organisasi manajemen yang disentralisasikan merupakan sebuah sitem wewenang serta pengendaliannya dipegang disuatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
2.      Organisasi yang desentralisir
Banyak perusahaan besar telah menggunakan desentralisir wewenang manajemen. Manajemen yang desentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Desentralisir diterapkan dengan alasan yang berbeda. Beberapa perusahaan mendesentrasir pengambilan keputusan karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda. Dalam desentralisir, para manajer jenjang lebih bawah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.






STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANYA

            Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik juga harus mendukung moral karyawan. Karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diarahkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.

1.      Pembentukan struktur organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada anlisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu :
·         Interaksi kemanusiaan
·         Kegiatan yang terarah ke tujuan
·         Struktur

Manajemen harus mengkoordinir kegiatan – kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberikan ciri kegiatan secara individual. Akibatnya, tujuan – tujuan itu harus dipecah kedalam tujuan – tujuan khusus untuk setiap karyawan dalam perusahaan.

2.      Hierarki tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan – tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing – masing karyawan.tujuan – tujuan yang lebih luas yang menyangkut kemampulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa dipecah kedalam tujuan – tujuan untuk masing – masing devisi, masing – masing pabrik, masing – masing departemen, dan masing – masing karyawan individual.

3.      Bentuk – bentuk struktur organisasi
Dalam suatu organisasi dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan diantara orang – orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Untuk itu harus dibuat suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing – masing kegiatan atau fungsi. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility).
 Ada empat macam struktur organisasi yaitu : organisasi garis (line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite (committee) dan organisasi matrik.
4.      Organisasi garis
a)      Kebaikan organisasi garis
·      Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
·      Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
·      Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan.
·      Menghemat biaya,
b)      Keburukan organisasi garis
·      Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalanya perusahaan.
·      Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
·      Kurangnya  kerja sama diantara masing – masing bagian.
5.      Organisasi garis dan staf
a)      Kebaikan organisasi garis dan staf
·      Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar bagiannya.
·      Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisien kerja.
·      Staf dapat mendidik para petugas.
·      Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
b)        Keburukan organisasi garis dan staf
·      Kadang – kadang staf tidak lagi memberi saran tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan manajer pada bagian yang bersangkutan.
·      Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya.
·      Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.
6.      Organisasi fungsional
a)        Kebaikan organisasi fungsional
·      Masing – masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antara tugas dan keahliannya.
·      Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi.
b)        Keburukan organisasi fungsional
·      Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
·      Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
·      Kesulitan – kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
·      Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan antara para manajer.
7.      Organisasi komite
Untuk membentuk komite haruslah memperhatikan syarat – syarat berikut ini :
a)        Suasananya santai dan bersifat informal.
b)        Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas – tugasnya.
c)        Komite mengetahui tentang tugas – tugas yang dibebankan kepadanya.
d)       Masing – masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lainnya.
e)        Keputusan diambil secara konsensus.
f)         Masing – masing anggota bebas mengemukakan pendapat.
g)        Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain.

a)      Kebaikan komite
·      Merupakan sebuah forum untuk saling betukar pendapat diantara beberapa anggota
·      Keputusan ditentukan bersama – sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
·      Menciptakaan koordinasi yang lebih baik.
·      Meningkatkan pengawasan karena macam – macam komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana.
b)      Keburukan komite
·      Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing – masing anggota sibuk dengan pekerjaanya.
·      Keharusan untuk berkompromi.
·      Sering terjadi kesimpang siuran dalam organisasi.
8.      Organisasi matrik
a)      Kebaikan organisasi matrik
·      Luwes
·      Memberikan metode untuk memusatkan perhatian perhatian pada masalah – masalah utama yang spesifik atau persoalan – persoalan teknis yang unik.
·      Memberikan alat inovasi tanpa menggangu struktur organisasi yang ada.
b)      Keburukan organisasi matrik
·      Beberapa masalah dapat munculkan karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional.
·      Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang – orang yang berasal dari bagian – bagian yang berbeda.
·      Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer – manajer bagian lain.
PERILAKU KEORGANISASIAN
1.      Kelompok kerja
Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja itu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama – sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok.
2.      Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berperilaku tertentu. Dengan kata lain, motivasi merupakan motif interen yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang memiliki motif yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu yang sama. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi dengan cara seperti itu.
Teori motivasi dari maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
1.      Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan – kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
2.      Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan.


Nama : Yuniar frida susanti
Kelas : 1EB17 (28210778)

Minggu, 17 Oktober 2010

Pengantar Bisnis BAB 4


Bab 4
 PENGERTIAN MANAJEMEN

Ø  Arti dan Fungsi Manajeman

Berikut ini dikemukakan definisi tentang manajemen yang diberikan oleh Profesor Oei Liang Lee :

Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat – alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari definisi tentang manajemen tersebut, dapatlah diambil kesimpulan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Pengarahan
4.      Pengkoordinasian
5.      Pengawasan

Ø  Perencanaan
Perencanaan merupakan fungsi terpenting diantara semua fungsi – fungsi manajemen yang ada. Ibarat suatu perjalanan dengan menggunakan kapal, perencanaan ini merupakan pedoman yang harus dipakai untuk mengarahkan tujuan ke mana kapal tersebut akan dibawab berlayar.






§  Bentuk – bentuk perencanaan
a.    Tujuan ( Objective )
b.    Kebijakan ( Policy )
c.    Strategi
d.   Prosedur
e.    Aturan ( Rule )
f.     Program

§  Kegunaan perencanaan
a.    Mengurangi ketidak pastian serta perubahan pada waktu mendatang
b.    Mengarah perhatian pada tujuan
c.    Memperingan biaya
d.   Mrupakan sarana untuk mengadakan pengawasan

§  Langkah – langkah penyusunan perencanaan
a.    Menetapkan tujuan
b.    Menyusun anggapan – anggapan ( Premising )
c.    Menentukan berbagai alternatif tindakan
d.   Mengadakan penilaian terhadap alternatif – alternatif tindakan yang sudah dipilih
e.    Mengambil keputusan
f.        Menyusun rencana pendukung

§  Perencanaan merupakan proses pendekatan yang rasional
Proses pendekatan yang rasional dari suatu perencanaan, dengan menghubungkan antara waktu dan kemajuan yang dapat dicapai tanpa mengabaikan berbagai anggapan kritis.
§  Jangka waktu perencanaan
a.    Perencanaan jangka pancang
b.    Perencanaan jangka menengah
c.    Perencanaan jangka pendek


§  Faktor – faktor yang membatasi perencanan
a.    Sulitnya mencari tanggapan secara teliti
b.    Perubahan yang sangat cepat
c.    Kekuatan internal
d.   Kekakuan eksternal
e.    Waktu dan biaya

Ø  Pengarahan
§  Prinsip – prinsip pengarahan
Pengerupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu,  pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu :
a.    Prinsip mengarah kepada tujuan
b.    Prinsip keharmonisan dengan tujuan
c.    Prinsip kesatuan komando

§  Cara – cara pengarahan
a.    Orientasi
b.    Perintah
c.    Delegasi wewenang

§  Komunikasi
Kesimpulan dari dfinisi komunikasi, bahwa :
a.    Di dalam komunikasi terdapat hubungan antara orang dengan lembaga dan sebaliknya.
b.    Hubungan yang timbil di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau informasi.
c.    Komunikai berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.
d.   Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata – kata,surat, kode atau simbol.


Ada beberapa prinsip komunikasi  yaitu sebagai berikut :
a.    Komunikasi harus jelas
b.    Prinsip integrasi
c.    Prinsip penggunaan organisasi informasi

Ø  Pengkoordinasian
§  Prinsip – prinsip koordinasi
Dalam mengadakan koordinasi diperlukan suatu pegangan yng berupa prinsip – prinsip. Koordinasi antar individu di dalam organisasi akan dapat tercapai bilamana diikuti dengan tiga prinsip berikut :
a.    Prinsip kontak langsung
b.    Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
c.    Hubungan imbal balik di antara faktor – faktor yang ada

§  Pelaksanaan fungsi koordinasi
Fungsi – fungsi perencanaan pengorganisasian, dan pengarahan harus didukung oleh fungsi pengkoordinasian dan pengawasan agar tujuan organisasi dapat tercpai. Semua fungsi ini merupakan tanggung jawab dari manajer. Untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
a.    Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi.
b.    Memastikan apakah masing – masing individu sudah mengetahui prinsip  - prinsip koordinasi

Ø  Pengawasan
§  Penertian pengawasan
Pengwasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajeman. Dengan pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah tercapai. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikan – perbaikan bilamana terjadi ngan penyimpanan, jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang yang telah direncanakan.


Mungkin perbaikan – perbaikan yang harus dilakukan hanya bersifat sederhana, menyangkut masalah – masalah kecil yang jumlahnya tidak begitu banyak. Dapat pula menyangkut perubahan – perubahan besar, seperti :
a.    Penyusunan kembali rencana baru
b.     Dalam satuan – satuan Menetapkan sasaran target baru
c.    Perubahan struktur organisasi
d.   Perbaikan cara – cara penerimaan pegawai.
e.    Dan sebagainya.

Untuk mengadakan perubahan – perubahan tersebut, manajer perlu mempelajari rencana yang lampau agar diketahui kelemahan – kelemahannya, memastikan apa yang telah terjadi, mencari sebab – sebabnya. Dengan demikian langkah – langkah yang perlu dapat diambil untuk menghindari terulangnya kembali kesalahan – kesalahan yang telah terjadi.

§  Langkah – langkah pengawasan
Pengawasan perlu dilakukan pada tahap demi tahap agar penyimpangan yang terjadi dapat segera diperbaiki. Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah :
a.    Menciptakan standard
Standard kuantitatif merupakan suatu standard yang di nyatakan di dalam satuan – satuan tertentu, misalnya : jam kerja (machine hour ), jam kerja tenaga langsung ( direct labor hour ), satuan barang ( unit product ), ongkos, pendapatan investasi, dan lain sebagainnya. Sedangkan standard kualitatif dapat berupa pendapat umum, langganan, buruh dan sebagainya.
b.    Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
Langkah kedua ini dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh adanya  penyimpangan yang telah terjadi. Kecuali itu, langkah kedua ini dapat pula dipakai untuk mengetahui adanya gejala – gejala tentang semakin besarnya penyimpangan uang mungkin terjadi.
c.    Melakukan tindakan koreksi
Langkah ketiga ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan segala kegiatan, kebijaksanaan serta hasil kerja yang tidak sesuai dengan rencana atau standarnya.

Urutan – urutan kegiatan yang harus dilaksanakan dalam pengambilan tindakan koreksi ini adalah  :
a.    Menghayati  masalah – masalah yang di hadapi.
b.    Mencari kemungkinan – kemungkinan untuk mengatasi atau memperbaiki adanya kesalahan.
c.    Mengadakan penilaian terhadap berbagai kemungkinan tersebut.
d.   Menentukan cara – cara untuk mengadakan koreksi yang paling tepat.

§  Syarat – syarat pengawasan yang baik
Untuk menjalankan pengawasan dengan baik, diperlukan beberapa syarat, yakni :.
a.    Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan ( aktivitas )
b.    Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
c.    Pengawasan harus mempunyai pandangan kedepan.
d.   Pengawasan harus objektif, teliti dan sesuai dengan standaerd yang digunakan.
e.    Pengawasan harus luwes / fleksibel.
f.        Penawasan harus serasi dengan pola organisasi.
g.    Pengawasan harus ekonomi.
h.    Pengawasan harus mudah dimengerti.
i. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan / koreksi.




Nama : Yuniar Frida Susanti
Kelas : 1EB17
NMP : 28210778